<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aku Percaya</title>
	<atom:link href="http://akupercaya.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akupercaya.net</link>
	<description>Bersaksi &#124; Bersekutu &#124; Melayani</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Feb 2012 11:46:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Bukan Sekadar Nyanyian</title>
		<link>http://akupercaya.net/bukan-sekedar-nyanyian/</link>
		<comments>http://akupercaya.net/bukan-sekedar-nyanyian/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 10:00:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>believer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[egois]]></category>
		<category><![CDATA[iri hati]]></category>
		<category><![CDATA[nyanyian]]></category>
		<category><![CDATA[persekutuan orang percaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupercaya.net/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[Bacaan Yakobus 3: 13 &#8211; 4:3,7-8a Suatu kali ada seorang ibu bertengkar dengan ibu lain di sebuah pasar. Lalu seorang satpam mencoba melerai pertengkaran tersebut dengan berkata: “Bu, jangan bertengkar di sini. Kalau ribut jangan di pasar”. Rupanya salah satu ibu tersebut bertambah sewot dan langsung menjawab perkataan satpam: “Kalau tidak boleh ribut di pasar, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Bacaan Yakobus 3: 13 &#8211; 4:3,7-8a</p>
<div id="attachment_482" class="wp-caption alignleft" style="width: 245px"><a href="http://akupercaya.net/bukan-sekedar-nyanyian/bukan-sekedar-nyanyian/" rel="attachment wp-att-482"><img class="size-full wp-image-482" title="Bukan Sekedar Nyanyian" src="http://akupercaya.net/wp-content/uploads/2010/09/Bukan-Sekedar-Nyanyian.jpg" alt="naynayian persekutuan" width="235" height="158" /></a><p class="wp-caption-text">Bukan Sekedar Nyanyian</p></div>
<p>Suatu kali ada seorang ibu bertengkar dengan ibu lain di sebuah pasar. Lalu seorang satpam mencoba melerai pertengkaran tersebut dengan berkata: “Bu, jangan bertengkar di sini. Kalau ribut jangan di pasar”. Rupanya salah satu ibu tersebut bertambah sewot dan langsung menjawab perkataan satpam: “Kalau tidak boleh ribut di pasar, emangnya harus di mana?” Pak Satpam  menjawab dengan kalem: “Kalau mau ribut lebih baik di GEREJA!”</p>
<p>Dari cerita tadi, paling tidak ada 3 hal yang kita dapati:</p>
<ol>
<li>Sudah menjadi hal yang <span style="text-decoration: underline;">biasa</span> dipandang oleh orang-orang bahwa di gereja itu pasti ada keributan, jadi jangan heran! Gereja justru bukan tempat yang tentram, damai dan sebagainya.<span id="more-481"></span></li>
<li>Di gereja banyak orang yang “nganggur” (tidak seperti di pasar: orang sedang sibuk bekerja mencari uang) sehingga orang di gereja justru “<span style="text-decoration: underline;">sibuk</span>” bicara!!! (gossip…) yang  ujung-ujungnya bertengkar.</li>
<li>Di gereja itu orang berlomba untuk kepentingan diri sendiri: cari nama, cari pujian, cari hormat dll sehingga di gereja EGO / kepentingan diri sendiri yang membuat hal-hal kecil menjadi besar, dan hal besar menjadi semakin parah, bisa buat gereja pecah. (tidak seperti di pasar, di mana pedangang dan pembeli sama-sama cari untung sehingga punya filosofi “cin-cai” = hal sepele jangan dibesar-besarkan”)</li>
</ol>
<p>Kekristenan dikenal sebagai “<em>The Singing Religion</em>” – agama yang senantiasa bernyanyi- : kelahiran, HUT, pernikahan, kematian dsb. Lagu-lagu yang dinyanyikan adalah gambaran dari apa yang dialami oleh orang-percaya. Sewaktu senang: orang Percaya menyatakan sukacitanya kepada Tuhan melalui nyanyian, sewaktu susah menyatakan pengharapannya kepada Tuhan. Gambaran persekutuan antara orang Percaya dengan Tuhannya dinyatakan melalui pujian, begitu pula gambaran persekutuan antara orang Percaya dengan orang Percaya lainnya dilukiskan melalui pujian.</p>
<p>Ironisnya justru kekristenan mengalami kondisi yang tidak seperti lagu-lau yang dinyanyikan: waktu menyanyikan tentang kasih persaudaraan justru yang terjadi gontok-gontokan antara saurada seiman. Kemunduran atau degradasi nilai persekutuan terjadi di gereja. Jika kita baca Kitab Kisah Para Rasul (pasal 2 &amp; 4) tentang cara hidup jemaat mula-mula maka kita menemukan persekutuan yang indah antara orang Percaya, baik yang kaya dan yang miskin, mereka saling menerima, saling menolong.</p>
<p>Kitab Yakobus justru menceritakan pertengkaran yang terjadi antara orang Kristen mula-mula. Pertengkaran yang timbul antara golongan yang miskin dengan golongan yang kaya. Ada 2 penyebab yg mengakibatkan pertengkaran:</p>
<ol>
<li>Iri hati</li>
<li>Mementingkan diri sendiri (Pasal 3:14).</li>
</ol>
<p>Kedua penyebab ini bisa ada dalam diri siapapun, bukan saja pada jemaat yang Yakobus maksud tapi juga kepada kita jemaat yang sedang membaca Kitab ini.</p>
<p>Iri hati adalah perkara hati yang tidak senang terhadap orang lain. Tidak senang jika orang lain bahagia, jika orang lain beruntung, jika orang lain berhasil. Ketidak senangan tersebut dapat dilihat dari perbuatan yang nyata melalui dosa lidah  (pasal 3:1-12). Sewaktu orang lain berhasil dalam usahanya maka ia mencoba menanamkan berita bahwa keberhasilannya karena dengan cara-cara yang tidak benar…</p>
<p>Raja Daud pernah menulis Mazmur 73 tentang pengalaman dan perasaan yang cemburu terhadap kemujuran orang fasik. Rasa iri hati atau cemburu tersebut bahkan hampir membuat ia tergelincir atau terpeleset. Suatu ungkapan keperihatinan yang terjadi atas dirinya yang iri hati sehingga hampir ia mencoba dengan cara-cara yang tidak benar (mungkin konteks kitab Yakobus bisa saja jatuh dalam dosa lidah).</p>
<p>Daud mengajarkan bahwa orang Percaya jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang (Maz.37:1), karena itu Daud mengajarkan agar “Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik” (Maz 73:3). Hal yang sama juga diajarkan oleh Yakobus agar orang Percaya jangan iri hati tetapi justu diajar untuk berdoa (Yak 4:2). Langkah berdoa adalah langkah iman, mempercayakan kepada Allah untuk setiap pergumulan yang sedang kita hadapi sehingga cara ini menolong kita untuk tidak iri hati kepada orang lain. Belajar mempercayai Tuhan yang akan memelihara hidup kita sehingga ada kekuatan untuk menghadapi semua tantangan dalam hidup ini. (bisa beri contoh kesaksian hidup: Tuhan berikan burung gagak).</p>
<p>Mementingkan diri sendiri adalah karakter egois yang tidak mau peduli dengan kesulitan orang lain (Yak.2:16). Hal ini terjadi karena kita tidak mau merasa diganggu. Kita senang dengan zona aman atau area nyaman dalam hidup kita. Pdt. Buby Ticualu memberikan gambaran kepedulian sebagai lawan dari mementingkan diri sendiri dari  Lukas 10:25-37 tentang Orang Samaria yang Baik Hati. Yesus menjelaskan bahwa orang Samaria ini mau diganggu, ia diganggu waktunya (ia harus memberikan waktunya untuk menolong orang lain), ia diganggu bisnisnya (bisnisnya terhenti sementara untuk menolong orang lain), ia diganggu uangnya (sekarang ia harus mengeluarkan biaya untuk menolong orang lain).</p>
<p>Yakobus mengajarkan bahwa hikmat yang dari atas salah satunya adalah penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik. Orang Percaya dipanggil untuk menyatakan belas kasihanya kepada sesama yang membutuhkan.</p>
<p>Persekutuan orang Percaya bukan sekedar nyanyian di bibir (lip service) tapi harus merupakan pernyataan iman kepada Allah serta bukti kasih terhadap sesama. (SMK)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupercaya.net/bukan-sekedar-nyanyian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak Cukup Sekadar  Tahu</title>
		<link>http://akupercaya.net/tidak-cukup-sekadar-tahu/</link>
		<comments>http://akupercaya.net/tidak-cukup-sekadar-tahu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 17:00:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>believer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[hikmat]]></category>
		<category><![CDATA[kuat di dalam kesulitan]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian yang benar]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan iman]]></category>
		<category><![CDATA[sekadar tahu]]></category>
		<category><![CDATA[tahu tentang Allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupercaya.net/?p=470</guid>
		<description><![CDATA[Bacaan :  Kolose  1  :  9 -  14 Paulus  dan Timotius  sangat bersukacita setelah mendengar dari Epafras tentang pertumbuhan iman jemaat Kolose (1 : 1 – 8 ). Pertumbuhan itu nyata melalui kasih yang dinyatakan oleh jemaat terhadap sesama mereka (1 :  4). Ayat 9 – 14 merupakan doa Paulus untuk jemaat Kolose, ini dilakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Bacaan :  Kolose  1  :  9 -  14</p>
<div id="attachment_489" class="wp-caption alignleft" style="width: 234px"><a rel="attachment wp-att-489" href="http://akupercaya.net/tidak-cukup-sekadar-tahu/bukan-sekedar-tahu/"><img class="size-full wp-image-489" title="Bukan sekedar tahu" src="http://akupercaya.net/wp-content/uploads/2010/09/Bukan-sekedar-tahu5.jpg" alt="" width="224" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Doa: Nafas Hidup Orang Percaya</p></div>
<p>Paulus  dan Timotius  sangat bersukacita setelah mendengar dari Epafras tentang pertumbuhan iman jemaat Kolose (1 : 1 – 8 ). Pertumbuhan itu nyata melalui kasih yang dinyatakan oleh jemaat terhadap sesama mereka (1 :  4).</p>
<p>Ayat 9 – 14 merupakan doa Paulus untuk jemaat Kolose, ini dilakukan Paulus sebagai Hamba Tuhan terhadap Jemaat, sebagai Bapa terhadap Anak dan sebagai Rekan Sekerja. Paulus berdoa dengan “tiada henti…” (ay.9a). Ini menunjukkan bahwa Doa merupakan suatu yang urgent bagi pertumbuhan iman yang tidak boleh berhenti dilakukan. Bagaimana dengan kehidupan doa kita ? adakah doa menjadi suatu yang urgent ?<span id="more-470"></span></p>
<p>Ayat 9 b – 12 menyatakan hal-hal penting yang Paulus  doakan :</p>
<ol>
<li>Supaya Jemaat Kolose memiliki hikmat dan pengertian yang benar (ay.9b).</li>
</ol>
<p>Mencari Hikmat dan Kebenaran tertinggi adalah mencari Allah dan  FirmanNya (Amsal 1 : 7,   Rm 16:27, 1 Kor 1:24). Berarti secara kognitif jemaat harus bertambah dalam pengetahuan tentang Allah,: jika dulu tidak tahu namun sekarang tahu, jika dulu tahu sedikit tapi sekarang bertambah pengetahuannya. Inti : Belajar  untuk Tahu adalah proses seumur hidup.</p>
<p>2. “Tahu” tentang Allah HARUS  membawa jemaat menjadi “layak “ di hadapan Allah(ay.10).</p>
<p>Pengetahuan yang benar <strong>seharusnya </strong>selaras dengan pertumbuhan di segala arah : pola pikir, pola laku dan pola bicara. Pengetahuan itu DIHIDUPI secara konkret! Jika ini terjadi maka pasti ada BUAH yang muncul.</p>
<p><strong> 3. </strong> Agar jemaat KUAT  di dalam kesulitan dan BERSYUKUR</p>
<p>Karena tahu bahwa Allah yang melayakkan jemaat untuk merasakan suka-duka yang dirasakan oleh anak-anak Tuhan yang lain (ay.11-12). Banyak orang <strong>tahu</strong> bahwa Allah baik dan Allah selalu beri yang terbaik, tetapi ketika Allah memberi  yang baik (menurut Allah) orang-orang tersebut <strong>menolak/tidak bersyukur karena pemberian tersebut tidak menyukakan hati (menurut ukuran manusia) .</strong> Ini berarti kita selalu berjuang akan kesenjangan antara : <strong>Pengetahuan yang dihidupi  vs  sekadar tahu saja.</strong></p>
<p>Satu keyakinan Paulus ( ay.13-14) bahwa Allah yang berotoritas itu adalah Allah yang memberi  anugerah melalui Kristus yaitu kita ditebus dan diampuni. Ini adalah fondasi iman kita, dan di atas fondasi itu kita membangun terus pengetahuan dan aplikasi iman dalam hidup sehari-hari. (SMK)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupercaya.net/tidak-cukup-sekadar-tahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mau Dibawa Kemana</title>
		<link>http://akupercaya.net/mau-dibawa-kemana/</link>
		<comments>http://akupercaya.net/mau-dibawa-kemana/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 17:00:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>believer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[beribadah]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[konsekuensi]]></category>
		<category><![CDATA[mau dibawa keman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupercaya.net/?p=445</guid>
		<description><![CDATA[Bacaan : Yosua 24:1-28; Ul.11:26-28 “ …pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kmai akan beribadah kepada TUHAN!” (Yos.24: 15) Tolong lihat aku Dan jawab pertanyaanku [chorus}: Mau dibawa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Bacaan : Yosua 24:1-28; Ul.11:26-28</p>
<p><em>“ …pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kmai akan beribadah kepada TUHAN!” (Yos.24: 15)</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Tolong lihat aku</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Dan jawab pertanyaanku</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>[chorus}:</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Mau dibawa kemana hubungan kita</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Jika kau terus menunda-nunda dan</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Dan tak pernah nyatakan cinta</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Mau dibawa kemana hubungan kita</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Ku tak akan terus jalani</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Tanpa ada ikatan pasti antara kau dan aku…. by Armada</em></p>
<div id="attachment_449" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><a rel="attachment wp-att-449" href="http://akupercaya.net/mau-dibawa-kemana/allah-atau-allah-2/"><img class="size-medium wp-image-449" title="ALLAH atau allah" src="http://akupercaya.net/wp-content/uploads/2010/08/ALLAH-atau-allah1-250x187.jpg" alt="surga atau neraka" width="250" height="187" /></a><p class="wp-caption-text">Mau Dibawa Kemana?</p></div>
<p>Bait di atas adalah petikan lagu dari grup Armada Band yang sedang populer saat ini, judulnya <strong><em>Mau Dibawa Kemana. </em></strong>Lagu ini menceritakan hubungan yang tak pasti antara <em>kau dan aku</em>. Hubungan ini tidak ada ikatan yang pasti antara mereka berdua, oleh karena itu yang satunya lagi meminta jawab tentang kepastian hubungan mereka ini akan dibawa kemana, karena tak mungkin menjalani suatu hubungan tanpa ada ikatan pasti antara <em>kau dan aku</em>.</p>
<p>Menjalani suatu hubungan yang tak pasti bukanlah hal yang nyaman. Apalagi jika hubungan itu antara manusia dan Allahnya.<span id="more-445"></span> Yosua pada suatu waktu mengumpulkan bangsa Israel di Sikhem dan menyampaikan firman Tuhan kepada bangsa itu, <em>“ …pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” (Yos.24: 15)</em>.</p>
<p>Allah menghendaki suatu ketetapan hati dari bangsa Israel kepada siapa mereka akan beribadah. Bahkan di ay.20 dikatakan bahwa <em>“Apabila kamu meninggalkan Tuhan dan beribadah kepada allah asing, maka ia akan berbalik dari padamu dan melakukan yang tidak baik kepada kamu dan membinasakan kamu..”</em></p>
<p>Dari ayat di atas, sangat jelas bahwa Allah menghendaki suatu komitmen dan komitmen itu melahirkan sebuah konsekuensi yang tegas. Allah memberikan pilihan dan manusia bebas menentukan pilihan tersebut. Tapi ingat bahwa setiap pilihan ada konsekuensi yang harus ditanggung. Di dalam Ul.11:26-28  dikatakan:”<em> Lihatlah aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk: berkat, apabila kamu mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu hari ini; dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal”.</em></p>
<p>Jadi hanya ada dua pilihan dengan masing-masing konsekuensinya :</p>
<ol>
<li>Beribadah dan Ikut TUHAN, konsekuensinya : hidup penuh sukacita, kekuatan, penuh harapan dan hidup yang kekal pada akhirnya, atau:</li>
<li>Beribadah kepada allah lain, konsekuensinya : hidup tidak ada kepastian, penuh keputusasaan, tidak ada harapan dan kematian kekal pada akhirnya.</li>
</ol>
<p>Jadi, tentukan hubungan  kita kepada Tuhan mau dibawa kemana, jangan suam-suam  kuku. Pastikan pada hari ini kepada siapa kita mempercayakan hidup kita, apakah kita sudah menyerahkan hidup kita SELURUHNYA kepada ALLAH atau kita masih mempercayakan sebagian hidup kita kepada allah lain? Ingatlah bahwa Allah kita adalah Allah yang cemburu. Dia tidak mau diduakan. Jadi, pastikan sekarang, <strong>mau dibawa kemana</strong> hubungan kita terhadap ALLAH? (EYH)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupercaya.net/mau-dibawa-kemana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tubuhmu adalah Bait Allah</title>
		<link>http://akupercaya.net/tubuhmu-adalah-bait-allah/</link>
		<comments>http://akupercaya.net/tubuhmu-adalah-bait-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 17:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>believer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[bait Allah]]></category>
		<category><![CDATA[bait Roh Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[kekudusan]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[rumah ALLAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupercaya.net/?p=436</guid>
		<description><![CDATA[Bacaan : 1 Kor. 6:19-20; 1 Taw.29: 1-5 “ Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adlah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu. Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah,- dan bahwa kamu bukan milikmu sendiri?” Ada banyak barang yang diproduksi khusus untuk membersihkan wajah, mengecat rambut, memperbaiki kulit yang rusak, mempercantik tubuh dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Bacaan : 1 Kor. 6:19-20; 1 Taw.29: 1-5</p>
<p style="text-align: center;"><em>“ Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adlah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu. Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah,- dan bahwa kamu bukan milikmu sendiri?”</em></p>
<div id="attachment_437" class="wp-caption alignleft" style="width: 217px"><a rel="attachment wp-att-437" href="http://akupercaya.net/tubuhmu-adalah-bait-allah/kekudusan/"><img class="size-full wp-image-437" title="Kekudusan" src="http://akupercaya.net/wp-content/uploads/2010/08/Kekudusan.jpg" alt="Bait Allah" width="207" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">Jagalah Kekudusan, karena Dia adalah Kudus</p></div>
<p>Ada banyak barang yang diproduksi khusus untuk membersihkan wajah, mengecat rambut, memperbaiki kulit yang rusak, mempercantik tubuh dan lain sebagainya. Bahkan saat ini sudah menjadi  hal yang umum orang-orang melakukan diet rendah kolesterol, minum piel diet dan mengkonsumsi vitamin-vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Juga sudah menjadi acara rutin untuk pergi ke <em>gym.</em> Semuanya itu dilakukan demi menjaga kesehatan tubuh dan <em>memperelok</em> tubuh kita.</p>
<p>Ketika kita menjadi orang Kristen, maka ada dimensi lain yang ditambahkan ke dalam diri kita. Tubuh kita menjadi bait Roh Kudus seperti yang dikatakan Rasul Paulus, &#8220;<em>Tidakkah engkau tahu bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus?&#8221;</em></p>
<p>Hal ini mengingatkan kita tentang Bait Allah di dalam perjanjian lama. Bait Allah dibangun dari batu permata yang mahal, batu pualam, batu permata syoham, <span id="more-436"></span>tiga ribu talenta emas dari emas Ofir dan tujuh ribu talenta perak murni untuk menyalut dinding ruangan. Bait Allah dibangun dengan segala kebesaran dan kemegahan yang tiada taranya. Mengapa? Karena menjadi rumah ALLAH. (1 Taw.29:1-5)</p>
<p>Pada zaman kasih karunia ini, tidak ada tempat seperti itu lagi. Pada saat kita menjadi percaya dan mengundang Yesus masuk dalam hati kita dan menjadi Juruselamat kita, maka RohNya tinggal di dalam kita. Tubuh ini menjadi bait Roh kudus. <em>&#8220;Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu&#8221; </em>(Roma 8:11).</p>
<p>Sehingga, jika  Roh Kudus  sudah berdiam di dalam kita, di mana pun kita pergi dan apa pun yang kita lakukan, setiap perkataan, setiap perbuatan dan setiap pandangan kita dipimpin oleh Roh Kudus. Roh Kudus yang berdiam di dalam diri kita membangun kita dalam tubuh Kristus untuk kemuliaan Allah. Tubuh ini sudah menjadi Bait Allah, jadi kita wajib menghormati tubuh ini dan menyerahkan tubuh ini dari ujung rambut hingga ke ujung kaki semuanya untuk dipakai Tuhan menjadi kemuliaan ALLAH.</p>
<p>Sudahkah kita menjaga tubuh ini, karena Allah berdiam di dalamnya? Muliakanlah ALLAH dengan tubuhmu!(EYH)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupercaya.net/tubuhmu-adalah-bait-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Allah Tidak Pernah Berubah</title>
		<link>http://akupercaya.net/allah-tidak-pernah-berubah/</link>
		<comments>http://akupercaya.net/allah-tidak-pernah-berubah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 17:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>believer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[masa]]></category>
		<category><![CDATA[tak pernah berubah]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupercaya.net/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[Bacaan :  Pengk. 3:1-15 ; Rm 8:28 Pengk.3:1 “ Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ini ada waktunya.” Ayat-ayat di dalam perikop ini diperuntukan untuk semua orang  di segala tempat dan dalam segala hal. Allah sudah menetapkan waktu , kejadian2 dalam hidup kita, baik suka maupun duka, keadaan sulit atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Bacaan :  Pengk. 3:1-15 ; Rm 8:28</p>
<p>Pengk.3:1 <em>“ Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ini ada waktunya.”</em></p>
<div id="attachment_425" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><a rel="attachment wp-att-425" href="http://akupercaya.net/allah-tidak-pernah-berubah/allah-tak-pernah-berubah/"><img class="size-medium wp-image-425" title="Allah Tak Pernah Berubah" src="http://akupercaya.net/wp-content/uploads/2010/08/Allah-Tak-Pernah-Berubah-250x167.jpg" alt="untuk segala sesuatu ada waktunya" width="250" height="167" /></a><p class="wp-caption-text">Allah Tak Pernah Berhenti Mengasihi Kita</p></div>
<p>Ayat-ayat di dalam perikop ini diperuntukan untuk semua orang  di segala tempat dan dalam segala hal. Allah sudah menetapkan waktu , kejadian2 dalam hidup kita, baik suka maupun duka, keadaan sulit atau pun mudah dan lain sebagainya. Hal ini bisa menimbulkan rasa kuatir, tapi di lain pihak seharusnya hal ini juga membawa kita berharap pada Tuhan karena kita tahu bahwa semuanya ada di dalam kendali Allah.</p>
<p>Kita hidup di dalam dunia yang selalu berubah. Musim terus berganti, berubah dari musim kemarau menjadi musim hujan, keadaan tubuh kita semakin lama berubah semakin tua dan lemah, bumi berubah semakin lama menjadi semakin tua, semua yang ada dibawah  langit ini terus berubah. <span id="more-424"></span>Perubahan-perubahan ini ternyata juga ada sisi baiknya dimana perubahan ini membuat kita belajar untuk beradaptasi untuk sesuatu yang baru.</p>
<p>Berita sukacitanya adalah  ALLAH TIDAK PERNAH BERUBAH, di dalam kesemuanya itu  Allah masih memegang kendali nya. Dan Allah telah menetapkan semuanya untuk kita nikmati. Di dalam ay.12-13 : “ <em>Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka. Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah”.</em></p>
<p>Jadi di dalam segala perubahan di bawah kolong langit ini kita tak perlu kuatir akan apapun yang terjadi di dalam hidup ini, apapun yang terjadi di dalam dunia ini, karena Alllah tak pernah berubah, Dia tak pernah berhenti mengasihi kita dan Dia sekali-kali tidak akan meninggalkan kita (Ibr.13:5), Dia tetap Juru Selamat kita dan Allah masih terus bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita, seperti yang tertulis di dalam Rm8:28 <em>“ Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”.</em> Jika demikian Allah mengasihi kita dan Dia tidak pernah berubah, lalu apa yang kita kuatirkan? (EYH)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupercaya.net/allah-tidak-pernah-berubah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyesalan menjadi Sukacita</title>
		<link>http://akupercaya.net/penyesalan-menjadi-sukacita/</link>
		<comments>http://akupercaya.net/penyesalan-menjadi-sukacita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 17:00:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>believer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[berdukacita]]></category>
		<category><![CDATA[berkat]]></category>
		<category><![CDATA[penyesalan]]></category>
		<category><![CDATA[sukacita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupercaya.net/?p=417</guid>
		<description><![CDATA[Bacaan : Neh. 8:1-13 dan 19 Entah bagaimana Rafael, anak kami, berkolaborasi dengan Xian mengubah nomor kunci pembuka tas miliknya (Xian).  Saya dan istri menanyakan kronologi kejadian itu kepada Rafael dan minta dia menjelaskan via telepon kepada ibu Xian nomor baru pembuka tas.  Dari cerita, tidak diketahui siapa di antara dua anak ini yang telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Bacaan : Neh. 8:1-13 dan 19</p>
<div id="attachment_419" class="wp-caption alignleft" style="width: 215px"><a rel="attachment wp-att-419" href="http://akupercaya.net/penyesalan-menjadi-sukacita/i-am-freed-2/"><img class="size-full wp-image-419" title="Penyesalan menjadi sukacita" src="http://akupercaya.net/wp-content/uploads/2010/08/i-am-freed1.jpeg" alt="sukacita dalam Yesus" width="205" height="246" /></a><p class="wp-caption-text">Yesus Mengubah Penyesalan Menjadi Sukacita</p></div>
<p>Entah bagaimana Rafael, anak kami, <em>berkolaborasi </em>dengan Xian mengubah nomor kunci pembuka tas miliknya (Xian).  Saya dan istri menanyakan kronologi kejadian itu kepada Rafael dan minta dia menjelaskan <em>via</em> telepon kepada ibu Xian nomor baru pembuka tas.  Dari cerita, tidak diketahui siapa di antara dua anak ini yang telah mengubah nomor dan tidak satu pun yang mengingat perubahannya.  Merasa tidak enak, kami pergi ke rumah Xian.  Di jalan kami menasihati Rafael untuk tidak perlu ikut campur bila tidak dimintai tolong, <em>maklumlah </em>dia baru kelas 1 SD.  Sepanjang jalan, ia menangis dan berulang-ulang mengatakan “menyesal, tidak akan berbuat lagi, merepotkan papa mama, dlsb.”</p>
<p><em>Menyesal </em>sering datang terlambat, namun masih ada kesempatan untuk mengubahnya bila disikapi dengan tepat.  Sekembalinya ke Yerusalem, rakyat buangan meminta Ezra membacakan Taurat Musa (ay. 2). <span id="more-417"></span> Pembacaan itu dilakukan dengan jelas dan ada tafsiran sehingga rakyat mengerti (ay. 9).  Entah bagian mana dari Taurat itu yang dibaca, namun dampaknya adalah jelas: rakyat itu berdukacita dan menangis! (ay. 10).  Firman Tuhan yang dibacakan menggetarkan mereka dan menunjukkan kelalaian mereka dalam melakukan perintah Tuhan (bdk. ay. 14-18 misalnya perayaan Pondok Daun tidak pernah diadakan).  Andaikata mereka memahami ini sejak semula, mereka pasti tidak mengalami pembuangan.</p>
<p>Namun, penyesalan bukanlah <em>kata akhir</em>!  Suasana <em>penyesalan</em> berubah drastis menjadi <em>sukacita </em>(ay. 13) ketika pemimpin mereka menjelaskan hari itu adalah kudus.  Hari itu kudus sebab Taurat dibacakan!  Pembacaan Taurat membuat  mereka mengerti bahwa TUHAN adalah pelindung mereka (ay. 11).  Berita ini membuat mereka gembira, dan sebagai akibatnya mereka melakukan kebaikan kepada orang lain (ay. 13).  Mereka membagi-bagikan makanan sebagai dampak mengerti firman Tuhan.  Penyesalan lenyap menjadi <em>berkat </em>ketika Firman Tuhan bekerja.</p>
<p>Saya berhasil membuka tas Xian.  Rafael gembira dan bersyukur.  Ia menuliskan dalam kertas yang ditujukan kepada saya dan istri, begini: “<em>Terimakasi Yesus dan Papa Mama &#8230;!  Love.</em>”  Penyesalan tidak harus berarti jalan sudah ditutup, ia dapat menjadi jalan kepada sukacita ketika dibawa di hadapan Firman Tuhan.</p>
<p>Sikap menyesal seharusnya menjadi langkah pertama untuk bertemu dengan Tuhan bukan langkah mematikan dan melumpuhkan hidup kita.  Firman Tuhan menyediakan jalan keluar untuk mengubah penyesalan menjadi berkat, karena Firman Tuhan adalah daya hidup.  Carilah Firman Tuhan, maka kita akan hidup dan bisa memberi daya hidup kepada orang lain. (AH)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupercaya.net/penyesalan-menjadi-sukacita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kumau yang Kutahu</title>
		<link>http://akupercaya.net/kumau-yang-kutahu/</link>
		<comments>http://akupercaya.net/kumau-yang-kutahu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 17:00:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>believer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[iman tanpa perbuatan]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku firman]]></category>
		<category><![CDATA[perbuatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupercaya.net/?p=407</guid>
		<description><![CDATA[Bacaan :  Yak.2 :18-22 Mat.22:37-40 “ Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.” (Yak.2:18) Kita sudah mengetahui apa yang dikehendaki Allah untuk kita lakukan. Setelah kita mengetahuinya apakah kita mau melakukan yang sudah kita tahu? Kumau yang kutahu berbicara tentang apakah kita mau melakukan apa yang sudah kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Bacaan :  Yak.2 :18-22</p>
<p style="text-align: center;">Mat.22:37-40</p>
<p><em>“ Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.” </em>(Yak.2:18)</p>
<div id="attachment_409" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><a rel="attachment wp-att-409" href="http://akupercaya.net/kumau-yang-kutahu/kumau-yang-kutahu/"><img class="size-medium wp-image-409" title="kumau yang kutahu" src="http://akupercaya.net/wp-content/uploads/2010/08/kumau-yang-kutahu-250x142.jpg" alt="kutahu yang kumau" width="250" height="142" /></a><p class="wp-caption-text">Perbuatan yang  mencerminkan Kasih Allah </p></div>
<p>Kita sudah mengetahui apa yang dikehendaki Allah untuk kita lakukan. Setelah kita mengetahuinya apakah kita mau melakukan yang sudah kita tahu? <strong><em>Kumau yang kutahu</em></strong> berbicara tentang apakah kita mau melakukan apa yang sudah kita ketahui? Apa saja yang sudah kita ketahui? Kita sudah banyak mengetahui apa saja yang diajarkan oleh Yesus kepada manusia melalui firmanNya.</p>
<p>Hukum yang terutama dan pertama  dikatakan, “ Kasihilah Tuhan, Allahmu,  dengan segenap hatimu dan dengan segenap akal budimu.” Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: “Kasihilah sesama mu manusia seperti dirimu sendiri”. Hukum Kasih tersebut menjadi hal yang paling mendasar di dalam kekristenan. <span id="more-407"></span>Kita diajarkan untuk mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati dan akal budi, artinya kita harus mengasihi Allah kita dengan segenap keberadaaan kita, secara total! Mengasihi Allah berarti melakukan perintahNya, dan perintahNya yang kedua yang sama dengan itu ialah agar kita mengasihi sesama kita manusia seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Kita sudah mengetahuinya mungkin sejak kita menjadi percaya kepada Tuhan.<strong>Kita</strong> sudah <strong>tahu </strong>sejak lama, bahkan di dalam hati, <strong>kita</strong> sudah berjanji untuk <strong>mau</strong> melakukannya, <strong><em><span style="text-decoration: underline;">kutahu yang kumau</span></em></strong>.</p>
<p>Hari ini Tuhan mengajarkan kepada kita melalui tulisan rasul Paulus kepada Yakobus didalam Yak.2:18-22 bahwa iman tanpa perbuatan adalah kosong, dan dengan perbuatan-perbuatan itulah iman menjadi sempurna. Artinya, apa yang sudah kita imani harus dimanifestasikan dengan perbuatan-perbuatan yang nyata, apa yang sudah kita ketahui bahwa hal itu harus dilakukan, maka kita harus <strong>mau</strong> melakukannya, jika kita tahu bahwa kita harus mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati dan akal budi, maka kita harus <strong>mau</strong> untuk melakukannya, jika kita sudah tahu bahwa kita harus mengasihi sesama manusia tanpa syarat, tak peduli suku bangsanya,statusnya, pekerjaannya, dari tingkat sosial manapun, kita harus <strong>mau</strong> melakukannya. Jika kita <strong>tahu</strong> bahwa ini adalah kehendak Allah sendiri, maka kita harus mau melakukannya, <strong><em>kumau yang kutahu</em></strong>,kumau <strong>melakukan</strong> yang sudah kuketahui !</p>
<p>Mari kita lihat kedalam diri kita, apakah kita sudah pada tahap<strong><em>” kumau yang kutahu”</em>, </strong>mau dan sudah melakukan firman Allah?atau kita baru pada tahap <strong><em>“kutahu yang kumau” </em></strong>?</p>
<p>Allah menghendaki kita menjadi pelaku firmanNya. (EYH)</p>
<p><strong><em><span style="text-decoration: underline;"> </span></em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupercaya.net/kumau-yang-kutahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kasih Tak Bersyarat</title>
		<link>http://akupercaya.net/kasih-tak-bersyarat/</link>
		<comments>http://akupercaya.net/kasih-tak-bersyarat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 17:00:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>believer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[agape]]></category>
		<category><![CDATA[kasih Allah]]></category>
		<category><![CDATA[kasih tak bersyarat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupercaya.net/?p=397</guid>
		<description><![CDATA[Yoh.3:16  , ” Karena begitu besar  kasih Allah akan dunia ini , sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Kasih Allah di atas menggunakan kata yunani agapao  atau agape, yaitu kasih dengan tingkatan tertinggi dimana kasih ini adalah kasih yang tak bersyarat,kasih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yoh.3:16  , ”<em> Karena begitu besar  <strong>kasih</strong> Allah akan dunia ini , sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”</em></p>
<div id="attachment_398" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><a rel="attachment wp-att-398" href="http://akupercaya.net/kasih-tak-bersyarat/agape/"><img class="size-medium wp-image-398" title="Agape" src="http://akupercaya.net/wp-content/uploads/2010/08/Agape-250x187.jpg" alt="kasih-tak-bersyarat" width="250" height="187" /></a><p class="wp-caption-text">Kasih Yesus : Kasih yang Tak Bersyarat</p></div>
<p>Kasih Allah di atas menggunakan kata yunani agapao  atau agape, yaitu kasih dengan tingkatan tertinggi dimana kasih ini adalah kasih yang tak bersyarat,kasih sejati dan kasih yang dimiliki oleh Allah sendiri.  Karena begitu besarnya kasih Allah inilah maka Dia memberikan anakNya yang tunggal kepada manusia yang sebenarnya tidak berhak menerima agar manusia beroleh penggharapan akan hidup yang kekal. Melalui pengorbanan ini, Allah mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya kita mengasihi.</p>
<p>Manusia umumnya mengasihi sesamanya  dengan kasih yang ada syaratnya. Kita baru mengasihi <strong><em><span style="text-decoration: underline;">jikalau </span></em></strong>ada untungnya, Kita baru mengasihi <strong><em><span style="text-decoration: underline;">asalkan</span></em></strong> dia lebih dulu mengasihi kita, Kita baru mengasihi <strong><em><span style="text-decoration: underline;">kalau </span></em></strong>tidak merugikan diri kita.<span id="more-397"></span></p>
<p>Tapi, kasih yang diajarkan kepada kita adalah kasih yang tak bersyarat, kasih yang sejati, kasih yang total dan tidak ada embel-embelnya, kasih yang tidak mengharapkan balasan apa-apa, kasih yang murni. Kita akan mengasihi seseorang <strong><em><span style="text-decoration: underline;">walaupun</span></em></strong> dia tidak mengasihi kita,  Kita mengasihi orang <strong><em><span style="text-decoration: underline;">biarpun</span></em></strong> orang tersebut tidak memberikan balasan apa-apa. Kita mengasihi  <strong><em><span style="text-decoration: underline;">meskipun</span></em></strong> dia sudah menyakiti kita. Kita mengasihi orang <strong><em><span style="text-decoration: underline;">apapun </span></em></strong> status  dan pekerjaannya.</p>
<p>Kasih ini  sudah dicurahkan ke dalam hati setiap orang percaya. Dan kasih ini bisa kita lakukan kepada sesama setelah kita taat akan kehendak Tuhan <strong><em><span style="text-decoration: underline;">meskipun</span></em></strong> hal tersebut tidak sesuai dengan harapan kita, tapi kita harus taat dan tunduk apa yang sudah menjadi kehendak Tuhan. Ketaatan inilah yang memampukan kita mengasihi orang lain tanpa syarat, dan inilah yang dikehendaki Tuhan.</p>
<p>Bagaimana dengan kita masing-masing? Apakah kita sudah mengasihi orang lain dengan kasih “<strong><em>walaupun” </em></strong><span style="text-decoration: underline;"> </span>? atau kita baru mengasihi orang lain dengan kasih “<strong><em>jikalau”</em></strong>?</p>
<p>Allah menghendaki kita mengasihi  orang lain dengan kasih yang tak bersyarat. (EYH)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupercaya.net/kasih-tak-bersyarat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekali Lagi tentang Uang</title>
		<link>http://akupercaya.net/sekali-lagi-tentang-uang/</link>
		<comments>http://akupercaya.net/sekali-lagi-tentang-uang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 17:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>believer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[alat penukar]]></category>
		<category><![CDATA[hamba]]></category>
		<category><![CDATA[tuan]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupercaya.net/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[Bacaan : 1 Ti 6:10; Lukas 16:10-11; ( Ams.17:16) Uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, Manusia berburu jika ia lapar, membuat pakaian sendiri mencari buah-buahan untuk dimakan. Apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya. Perkembangan selanjutnya untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri, mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Bacaan : 1 Ti 6:10; Lukas 16:10-11; ( Ams.17:16)</p>
<div id="attachment_383" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><a rel="attachment wp-att-383" href="http://akupercaya.net/sekali-lagi-tentang-uang/uang/"><img class="size-medium wp-image-383" title="Uang" src="http://akupercaya.net/wp-content/uploads/2010/08/Uang-250x198.jpg" alt="uang logam-uang kertas" width="250" height="198" /></a><p class="wp-caption-text">Uang, Hamba atau Tuan?</p></div>
<p>Uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, Manusia berburu jika ia lapar, membuat pakaian sendiri mencari buah-buahan untuk dimakan. Apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya. Perkembangan selanjutnya untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri, mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkan olehnya. Maka muncullah sistem &#8216;barter &#8216;yaitu barang yang ditukar dengan barang.</p>
<p>Namun banyak kesulitan-kesulitan yang dirasakan dengan sistem ini. Kemudian muncullah apa yang dinamakan dengan uang logam. Logam dipilih sebagai alat tukar karena memiliki nilai yang tinggi sehingga digemari umum, tahan lama dan tidak mudah rusak, dan mudah dipindah-pindahkan.<span id="more-382"></span> Logam yang dijadikan alat tukar karena memenuhi syarat-syarat tersebut adalah emas dan perak. Sejalan dengan perkembangan perekonomian, timbul kesulitan ketika perkembangan tukar-menukar yang harus dilayani dengan uang logam bertambah sementara jumlah logam mulia (emas dan perak) sangat terbatas. Penggunaan uang logam juga sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah besar sehingga diciptakanlah <em>uang kertas </em>seperti yang kita kenal sekarang ini.</p>
<p>Namun sayangnya uang yang bentuk fisiknya kecil ini bisa menjadi masalah besar bagi banyak orang. Bahkan si kecil ini bisa mengendalikan kehidupan seseorang.</p>
<p>Uang yang semula berfungsi sebagai <strong><em>alat</em></strong> penukar<strong><em><span style="text-decoration: underline;"> </span></em></strong>beralih fungsi <strong><em><span style="text-decoration: underline;">memperalat</span></em></strong> manusia . Celakanya lagi manusia tidak menyadarinya! Dari bangun tidur sampai waktu tidur kembali yang dipikirkan hanya uang dan uang.  Bagaimana caranya mendapatkannya lebih banyak lagi? Segala cara ditempuh demi mendapatkannya. Setelah didapatkan, uang digunakan sekehendak hati.</p>
<p>Firman Tuhan di dalam  1 Ti 6:10  mengatakan : “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka..”</p>
<p>Jadi bagaimana kita seharusnya  menempatkan uang dalam kehidupan kita? :</p>
<p>-          Jangan menjadi hamba uang  sebaliknya kitalah yang menjadi tuannya. Jangan mencintainya karena kita tidak akan pernah puas dengan uang (Pkh.5:9). Sebaliknya cukupkanlah dengan apa yang ada pada kita (Ibrani 13:5).</p>
<p>-          Kita harus menatalayani uang dengan bijak termasuk dengan penggunaannya ( Ams.17:16) dan cara memperolehnya (1 Tim.6:10), Kita harus setia dan jujur dalam hal keuangan. Di dalam Lukas 16:10-11, dikatakan “..barang siapa yang setia dalam perkara kecil akan dipercayakan perkara besar…..Jadi jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan  mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?.” Kalau kita perhatikan ayat ini maka perkara kecil yang dimaksudkan disini adalah  uang (mamon), sedangkan perkara besarnya/ harta sesungguhnya  adalah perkara rohani/pelayanan rohani. Jadi jika kita tidak setia dalam hal keuangan, tidak mungkin kita bisa setia dalam melayani Tuhan!</p>
<p>-          Karena akar dari segala kejahatan adalah cinta uang. Maka kita harus menguasai/mengendalikannya, jika tidak maka uang akan membawa kita menjauhi Tuhan sebab uang menawarkan materi dan kesenangan duniawi dan membuat kita hanya memiliki sedikit waktu untuk Tuhan karena hidup kita hanya memikirkan bagaimana mendapatkannya. Kita sudah terpikat olehnya.</p>
<p>Apakah kita sudah menempatkan uang sudah sesuai dengan yang dikehendaki Tuhan? Mari kita belajar menempatkan uang pada porsinya dan menatalayani uang dengan bijak. (EYH)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupercaya.net/sekali-lagi-tentang-uang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Carpe Diem</title>
		<link>http://akupercaya.net/carpe-diem/</link>
		<comments>http://akupercaya.net/carpe-diem/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2010 17:00:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>believer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[carpe diem]]></category>
		<category><![CDATA[gunakanlah waktu yang ada]]></category>
		<category><![CDATA[hari esok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupercaya.net/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Bacaan : Ef.5:16; Kol.4:5-6 “…sapias, via liques et spatio brevi spem longam reseces.dum loquimur, fugerit invida aetas : carpe diem, quam minimum credula postero.” “…be wise, strain the wine, and scale back your long hopes to a short period. While we speak, envious time will have {already} fled Seize the day, trusting as little as [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Bacaan : Ef.5:16; Kol.4:5-6</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“…sapias, via liques et spatio brevi spem longam reseces.dum loquimur, fugerit invida aetas : <strong>carpe diem</strong>, quam minimum credula postero.”</em></p>
<p><em>“…be wise, strain the wine, and scale back your long hopes to a short period. While we speak, envious time will have {already} fled <strong>Seize the</strong> <strong>day</strong>, trusting as little as possible in the next.”</em></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<div id="attachment_329" class="wp-caption alignleft" style="width: 230px"><strong><em><strong><em><a rel="attachment wp-att-329" href="http://akupercaya.net/carpe-diem/sundial-with-a-carpe-diem-inscription/"><img class="size-full wp-image-329" title="sundial with a carpe diem inscription" src="http://akupercaya.net/wp-content/uploads/2010/08/sundial-with-a-carpe-diem-inscription.jpg" alt="carpe-diem" width="220" height="293" /></a></em></strong></em></strong><p class="wp-caption-text">Jam  Bayangan Matahari dengan tulisan Carpe Diem</p></div>
<p><strong><em>Carpe diem</em></strong> adalah sebuah ungkapan dari sebuah puisi Latin yang ditulis oleh penyair Romawi terkenal yang hidup sekitar abad 65 SM yang bernama <strong>Quintus Horatius Flaccus </strong>dan lebih dikenal dengan nama <strong>Horace</strong>.  <strong><em>Carpe</em></strong> berarti &#8220;memilih, memetik, mencabut, mengumpulkan&#8221;. Tapi Horace menggunakan kata tersebut dengan arti &#8220;menikmati, memanfaatkan&#8221;.</p>
<p>Frase tersebut adalah bagian dari kalimat yang berbunyi “… <em>Carpe diem, quam minimum credula postero</em>..” &#8211; &#8220;Nikmatilah hari ini, percayalah sesedikit mungkin akan masa depan..”</p>
<p>Kata ini diangkat lagi di dalam film <strong><em>Dead Poets Society</em></strong> (1989)yang dibintangi oleh Robin Williams dengan menyampaikan kalimat “&#8221;<strong><em>Carpe diem</em></strong>. <strong>Seize the day</strong>, boys. Make your lives extraordinary.&#8221;</p>
<p>Horace seolah-olah mengatakan untuk hiduplah hari ini seakan-akan tidak ada lagi hari esok. Jadi nikmatilah hari ini! Apa yang dilakukan hari ini buatlah seistimewa mungkin, karena belum tentu ada lagi hari esok. Hargailah hari ini.</p>
<p><span id="more-306"></span></p>
<p>Hal ini juga dikatakan Rasul paulus dalam Ef.5 : 16 “…pergunakanlah waktu yang ada karena hari-hari ini adalah jahat.”</p>
<p>Waktu yang diberikan kepada kita merupakan suatu anugerah yang tidak akan bisa kembali lagi. Waktu terus berjalan dan berputar dan tak seorang pun yang dapat memghentikannya. Kita sering menganggap bahwa waktu dimana kita berada ini adalah sesuatu yang biasa saja, suatu rutinitas yang memang seperti itulah adanya. Kita tidak perlu merisaukannya, toh  hari esok akan ada lagi..Benarkah demikian?</p>
<p>Kematian bisa datang setiap saat dan jika hal tersebut meghampiri manusia, tidak ada pilihan selain masuk ke dalamnya. Setelah itu kekekalan-lah yang ada.</p>
<p>Kalau begitu bagaimana seharusnya kita menyikapi ini?</p>
<p>Firman Tuhan mengajarkan kepada kita agar ..”hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, <strong>pergunakanlah waktu yang ada</strong>. Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.”</p>
<p>Kita harus menggunakan waktu yang ada  hari ini dengan sebaik-baiknya karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi satu jam ke depan, tidak tahu apa yang terjadi hari esok. Bekerjalah dengan serius di kantor hari ini, belajar dengan giat di sekolah hari ini, berkaryalah dengan hasil karya yang terbaik hari ini dan kembalikanlah semuanya untuk kemuliaan Allah. Selamat berkarya untuk Tuhan hari ini ! (EYH)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupercaya.net/carpe-diem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

