This is your promo text. Link to something new and exciting, like a revolutionary WordPress theme!

Sekali Lagi tentang Uang

Bacaan : 1 Ti 6:10; Lukas 16:10-11; ( Ams.17:16)

uang logam-uang kertas

Uang, Hamba atau Tuan?

Uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, Manusia berburu jika ia lapar, membuat pakaian sendiri mencari buah-buahan untuk dimakan. Apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya. Perkembangan selanjutnya untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri, mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkan olehnya. Maka muncullah sistem ‘barter ‘yaitu barang yang ditukar dengan barang.

Namun banyak kesulitan-kesulitan yang dirasakan dengan sistem ini. Kemudian muncullah apa yang dinamakan dengan uang logam. Logam dipilih sebagai alat tukar karena memiliki nilai yang tinggi sehingga digemari umum, tahan lama dan tidak mudah rusak, dan mudah dipindah-pindahkan. [click to continue…]

Carpe Diem

Bacaan : Ef.5:16; Kol.4:5-6

“…sapias, via liques et spatio brevi spem longam reseces.dum loquimur, fugerit invida aetas : carpe diem, quam minimum credula postero.”

“…be wise, strain the wine, and scale back your long hopes to a short period. While we speak, envious time will have {already} fled Seize the day, trusting as little as possible in the next.”

carpe-diem

Jam Bayangan Matahari dengan tulisan Carpe Diem

Carpe diem adalah sebuah ungkapan dari sebuah puisi Latin yang ditulis oleh penyair Romawi terkenal yang hidup sekitar abad 65 SM yang bernama Quintus Horatius Flaccus dan lebih dikenal dengan nama HoraceCarpe berarti “memilih, memetik, mencabut, mengumpulkan”. Tapi Horace menggunakan kata tersebut dengan arti “menikmati, memanfaatkan”.

Frase tersebut adalah bagian dari kalimat yang berbunyi “… Carpe diem, quam minimum credula postero..” – “Nikmatilah hari ini, percayalah sesedikit mungkin akan masa depan..”

Kata ini diangkat lagi di dalam film Dead Poets Society (1989)yang dibintangi oleh Robin Williams dengan menyampaikan kalimat “”Carpe diem. Seize the day, boys. Make your lives extraordinary.”

Horace seolah-olah mengatakan untuk hiduplah hari ini seakan-akan tidak ada lagi hari esok. Jadi nikmatilah hari ini! Apa yang dilakukan hari ini buatlah seistimewa mungkin, karena belum tentu ada lagi hari esok. Hargailah hari ini.

[click to continue…]

Hidup Sebagai Orang Merdeka

Bacaan : Yoh.  8:30-36 ; 1 Pet.2:16 ;Gal.5:13

bebas dari dosa

Merdeka Dalam Kristus

Bangsa Indonesia telah mengalami penjajahan selama 350 tahun oleh Belanda dan 3.5 tahun oleh pendudukan Jepang. Menjadi orang jajahan sungguhlah tidak enak. Hak kita dirampas, dibelenggu oleh berbagai siksaan bahkan kita tidak tahu bagaimana menatap masa depan kita lagi.

Setelah bangsa Indonesia merdeka pada tgl 17 Agustus 1945, maka kita mempunyai hak untuk menentukan masa depan kita sendiri! Kita sudah Merdeka!

Kita dulunya adalah orang-orang  yang dijajah dan dibelenggu oleh dosa. Tapi ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi maka kita menjadi orang merdeka! Kita dilepaskan dari belenggu dosa! Tapi sayangnya secara tidak sadar kita sering kembali terikat oleh dosa. Kita katakan “ Saya mau hidup bebas! Pokoknya saya mau melakukan apa saja karena saya orang merdeka!” kemudian kita berjudi, mabuk2an,  berzinah dan lain sebagainya.

[click to continue…]