This is your promo text. Link to something new and exciting, like a revolutionary WordPress theme!

Carpe Diem

Bacaan : Ef.5:16; Kol.4:5-6

“…sapias, via liques et spatio brevi spem longam reseces.dum loquimur, fugerit invida aetas : carpe diem, quam minimum credula postero.”

“…be wise, strain the wine, and scale back your long hopes to a short period. While we speak, envious time will have {already} fled Seize the day, trusting as little as possible in the next.”

carpe-diem

Jam Bayangan Matahari dengan tulisan Carpe Diem

Carpe diem adalah sebuah ungkapan dari sebuah puisi Latin yang ditulis oleh penyair Romawi terkenal yang hidup sekitar abad 65 SM yang bernama Quintus Horatius Flaccus dan lebih dikenal dengan nama HoraceCarpe berarti “memilih, memetik, mencabut, mengumpulkan”. Tapi Horace menggunakan kata tersebut dengan arti “menikmati, memanfaatkan”.

Frase tersebut adalah bagian dari kalimat yang berbunyi “… Carpe diem, quam minimum credula postero..” – “Nikmatilah hari ini, percayalah sesedikit mungkin akan masa depan..”

Kata ini diangkat lagi di dalam film Dead Poets Society (1989)yang dibintangi oleh Robin Williams dengan menyampaikan kalimat “”Carpe diem. Seize the day, boys. Make your lives extraordinary.”

Horace seolah-olah mengatakan untuk hiduplah hari ini seakan-akan tidak ada lagi hari esok. Jadi nikmatilah hari ini! Apa yang dilakukan hari ini buatlah seistimewa mungkin, karena belum tentu ada lagi hari esok. Hargailah hari ini.

Hal ini juga dikatakan Rasul paulus dalam Ef.5 : 16 “…pergunakanlah waktu yang ada karena hari-hari ini adalah jahat.”

Waktu yang diberikan kepada kita merupakan suatu anugerah yang tidak akan bisa kembali lagi. Waktu terus berjalan dan berputar dan tak seorang pun yang dapat memghentikannya. Kita sering menganggap bahwa waktu dimana kita berada ini adalah sesuatu yang biasa saja, suatu rutinitas yang memang seperti itulah adanya. Kita tidak perlu merisaukannya, toh  hari esok akan ada lagi..Benarkah demikian?

Kematian bisa datang setiap saat dan jika hal tersebut meghampiri manusia, tidak ada pilihan selain masuk ke dalamnya. Setelah itu kekekalan-lah yang ada.

Kalau begitu bagaimana seharusnya kita menyikapi ini?

Firman Tuhan mengajarkan kepada kita agar ..”hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.”

Kita harus menggunakan waktu yang ada  hari ini dengan sebaik-baiknya karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi satu jam ke depan, tidak tahu apa yang terjadi hari esok. Bekerjalah dengan serius di kantor hari ini, belajar dengan giat di sekolah hari ini, berkaryalah dengan hasil karya yang terbaik hari ini dan kembalikanlah semuanya untuk kemuliaan Allah. Selamat berkarya untuk Tuhan hari ini ! (EYH)

Comments on this entry are closed.