This is your promo text. Link to something new and exciting, like a revolutionary WordPress theme!

Kasih Tak Bersyarat

Yoh.3:16  , ” Karena begitu besar  kasih Allah akan dunia ini , sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

kasih-tak-bersyarat

Kasih Yesus : Kasih yang Tak Bersyarat

Kasih Allah di atas menggunakan kata yunani agapao  atau agape, yaitu kasih dengan tingkatan tertinggi dimana kasih ini adalah kasih yang tak bersyarat,kasih sejati dan kasih yang dimiliki oleh Allah sendiri.  Karena begitu besarnya kasih Allah inilah maka Dia memberikan anakNya yang tunggal kepada manusia yang sebenarnya tidak berhak menerima agar manusia beroleh penggharapan akan hidup yang kekal. Melalui pengorbanan ini, Allah mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya kita mengasihi.

Manusia umumnya mengasihi sesamanya  dengan kasih yang ada syaratnya. Kita baru mengasihi jikalau ada untungnya, Kita baru mengasihi asalkan dia lebih dulu mengasihi kita, Kita baru mengasihi kalau tidak merugikan diri kita.

Tapi, kasih yang diajarkan kepada kita adalah kasih yang tak bersyarat, kasih yang sejati, kasih yang total dan tidak ada embel-embelnya, kasih yang tidak mengharapkan balasan apa-apa, kasih yang murni. Kita akan mengasihi seseorang walaupun dia tidak mengasihi kita,  Kita mengasihi orang biarpun orang tersebut tidak memberikan balasan apa-apa. Kita mengasihi  meskipun dia sudah menyakiti kita. Kita mengasihi orang apapun status  dan pekerjaannya.

Kasih ini  sudah dicurahkan ke dalam hati setiap orang percaya. Dan kasih ini bisa kita lakukan kepada sesama setelah kita taat akan kehendak Tuhan meskipun hal tersebut tidak sesuai dengan harapan kita, tapi kita harus taat dan tunduk apa yang sudah menjadi kehendak Tuhan. Ketaatan inilah yang memampukan kita mengasihi orang lain tanpa syarat, dan inilah yang dikehendaki Tuhan.

Bagaimana dengan kita masing-masing? Apakah kita sudah mengasihi orang lain dengan kasih “walaupun” ? atau kita baru mengasihi orang lain dengan kasih “jikalau”?

Allah menghendaki kita mengasihi  orang lain dengan kasih yang tak bersyarat. (EYH)

Comments on this entry are closed.

Previous Post:

Next Post: