This is your promo text. Link to something new and exciting, like a revolutionary WordPress theme!

Kumau yang Kutahu

Bacaan :  Yak.2 :18-22

Mat.22:37-40

“ Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.” (Yak.2:18)

kutahu yang kumau

Perbuatan yang mencerminkan Kasih Allah

Kita sudah mengetahui apa yang dikehendaki Allah untuk kita lakukan. Setelah kita mengetahuinya apakah kita mau melakukan yang sudah kita tahu? Kumau yang kutahu berbicara tentang apakah kita mau melakukan apa yang sudah kita ketahui? Apa saja yang sudah kita ketahui? Kita sudah banyak mengetahui apa saja yang diajarkan oleh Yesus kepada manusia melalui firmanNya.

Hukum yang terutama dan pertama  dikatakan, “ Kasihilah Tuhan, Allahmu,  dengan segenap hatimu dan dengan segenap akal budimu.” Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: “Kasihilah sesama mu manusia seperti dirimu sendiri”. Hukum Kasih tersebut menjadi hal yang paling mendasar di dalam kekristenan. Kita diajarkan untuk mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati dan akal budi, artinya kita harus mengasihi Allah kita dengan segenap keberadaaan kita, secara total! Mengasihi Allah berarti melakukan perintahNya, dan perintahNya yang kedua yang sama dengan itu ialah agar kita mengasihi sesama kita manusia seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Kita sudah mengetahuinya mungkin sejak kita menjadi percaya kepada Tuhan.Kita sudah tahu sejak lama, bahkan di dalam hati, kita sudah berjanji untuk mau melakukannya, kutahu yang kumau.

Hari ini Tuhan mengajarkan kepada kita melalui tulisan rasul Paulus kepada Yakobus didalam Yak.2:18-22 bahwa iman tanpa perbuatan adalah kosong, dan dengan perbuatan-perbuatan itulah iman menjadi sempurna. Artinya, apa yang sudah kita imani harus dimanifestasikan dengan perbuatan-perbuatan yang nyata, apa yang sudah kita ketahui bahwa hal itu harus dilakukan, maka kita harus mau melakukannya, jika kita tahu bahwa kita harus mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati dan akal budi, maka kita harus mau untuk melakukannya, jika kita sudah tahu bahwa kita harus mengasihi sesama manusia tanpa syarat, tak peduli suku bangsanya,statusnya, pekerjaannya, dari tingkat sosial manapun, kita harus mau melakukannya. Jika kita tahu bahwa ini adalah kehendak Allah sendiri, maka kita harus mau melakukannya, kumau yang kutahu,kumau melakukan yang sudah kuketahui !

Mari kita lihat kedalam diri kita, apakah kita sudah pada tahap” kumau yang kutahu”, mau dan sudah melakukan firman Allah?atau kita baru pada tahap “kutahu yang kumau” ?

Allah menghendaki kita menjadi pelaku firmanNya. (EYH)

Comments on this entry are closed.