This is your promo text. Link to something new and exciting, like a revolutionary WordPress theme!

Mau Dibawa Kemana

Bacaan : Yosua 24:1-28; Ul.11:26-28

“ …pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kmai akan beribadah kepada TUHAN!” (Yos.24: 15)

Tolong lihat aku

Dan jawab pertanyaanku

[chorus}:

Mau dibawa kemana hubungan kita

Jika kau terus menunda-nunda dan

Dan tak pernah nyatakan cinta

Mau dibawa kemana hubungan kita

Ku tak akan terus jalani

Tanpa ada ikatan pasti antara kau dan aku…. by Armada

surga atau neraka

Mau Dibawa Kemana?

Bait di atas adalah petikan lagu dari grup Armada Band yang sedang populer saat ini, judulnya Mau Dibawa Kemana. Lagu ini menceritakan hubungan yang tak pasti antara kau dan aku. Hubungan ini tidak ada ikatan yang pasti antara mereka berdua, oleh karena itu yang satunya lagi meminta jawab tentang kepastian hubungan mereka ini akan dibawa kemana, karena tak mungkin menjalani suatu hubungan tanpa ada ikatan pasti antara kau dan aku.

Menjalani suatu hubungan yang tak pasti bukanlah hal yang nyaman. Apalagi jika hubungan itu antara manusia dan Allahnya. Yosua pada suatu waktu mengumpulkan bangsa Israel di Sikhem dan menyampaikan firman Tuhan kepada bangsa itu, “ …pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” (Yos.24: 15).

Allah menghendaki suatu ketetapan hati dari bangsa Israel kepada siapa mereka akan beribadah. Bahkan di ay.20 dikatakan bahwa “Apabila kamu meninggalkan Tuhan dan beribadah kepada allah asing, maka ia akan berbalik dari padamu dan melakukan yang tidak baik kepada kamu dan membinasakan kamu..”

Dari ayat di atas, sangat jelas bahwa Allah menghendaki suatu komitmen dan komitmen itu melahirkan sebuah konsekuensi yang tegas. Allah memberikan pilihan dan manusia bebas menentukan pilihan tersebut. Tapi ingat bahwa setiap pilihan ada konsekuensi yang harus ditanggung. Di dalam Ul.11:26-28  dikatakan:” Lihatlah aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk: berkat, apabila kamu mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu hari ini; dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal”.

Jadi hanya ada dua pilihan dengan masing-masing konsekuensinya :

  1. Beribadah dan Ikut TUHAN, konsekuensinya : hidup penuh sukacita, kekuatan, penuh harapan dan hidup yang kekal pada akhirnya, atau:
  2. Beribadah kepada allah lain, konsekuensinya : hidup tidak ada kepastian, penuh keputusasaan, tidak ada harapan dan kematian kekal pada akhirnya.

Jadi, tentukan hubungan  kita kepada Tuhan mau dibawa kemana, jangan suam-suam  kuku. Pastikan pada hari ini kepada siapa kita mempercayakan hidup kita, apakah kita sudah menyerahkan hidup kita SELURUHNYA kepada ALLAH atau kita masih mempercayakan sebagian hidup kita kepada allah lain? Ingatlah bahwa Allah kita adalah Allah yang cemburu. Dia tidak mau diduakan. Jadi, pastikan sekarang, mau dibawa kemana hubungan kita terhadap ALLAH? (EYH)

Comments on this entry are closed.