This is your promo text. Link to something new and exciting, like a revolutionary WordPress theme!

Penyesalan menjadi Sukacita

Bacaan : Neh. 8:1-13 dan 19

sukacita dalam Yesus

Yesus Mengubah Penyesalan Menjadi Sukacita

Entah bagaimana Rafael, anak kami, berkolaborasi dengan Xian mengubah nomor kunci pembuka tas miliknya (Xian).  Saya dan istri menanyakan kronologi kejadian itu kepada Rafael dan minta dia menjelaskan via telepon kepada ibu Xian nomor baru pembuka tas.  Dari cerita, tidak diketahui siapa di antara dua anak ini yang telah mengubah nomor dan tidak satu pun yang mengingat perubahannya.  Merasa tidak enak, kami pergi ke rumah Xian.  Di jalan kami menasihati Rafael untuk tidak perlu ikut campur bila tidak dimintai tolong, maklumlah dia baru kelas 1 SD.  Sepanjang jalan, ia menangis dan berulang-ulang mengatakan “menyesal, tidak akan berbuat lagi, merepotkan papa mama, dlsb.”

Menyesal sering datang terlambat, namun masih ada kesempatan untuk mengubahnya bila disikapi dengan tepat.  Sekembalinya ke Yerusalem, rakyat buangan meminta Ezra membacakan Taurat Musa (ay. 2).  Pembacaan itu dilakukan dengan jelas dan ada tafsiran sehingga rakyat mengerti (ay. 9).  Entah bagian mana dari Taurat itu yang dibaca, namun dampaknya adalah jelas: rakyat itu berdukacita dan menangis! (ay. 10).  Firman Tuhan yang dibacakan menggetarkan mereka dan menunjukkan kelalaian mereka dalam melakukan perintah Tuhan (bdk. ay. 14-18 misalnya perayaan Pondok Daun tidak pernah diadakan).  Andaikata mereka memahami ini sejak semula, mereka pasti tidak mengalami pembuangan.

Namun, penyesalan bukanlah kata akhir!  Suasana penyesalan berubah drastis menjadi sukacita (ay. 13) ketika pemimpin mereka menjelaskan hari itu adalah kudus.  Hari itu kudus sebab Taurat dibacakan!  Pembacaan Taurat membuat  mereka mengerti bahwa TUHAN adalah pelindung mereka (ay. 11).  Berita ini membuat mereka gembira, dan sebagai akibatnya mereka melakukan kebaikan kepada orang lain (ay. 13).  Mereka membagi-bagikan makanan sebagai dampak mengerti firman Tuhan.  Penyesalan lenyap menjadi berkat ketika Firman Tuhan bekerja.

Saya berhasil membuka tas Xian.  Rafael gembira dan bersyukur.  Ia menuliskan dalam kertas yang ditujukan kepada saya dan istri, begini: “Terimakasi Yesus dan Papa Mama …!  Love.”  Penyesalan tidak harus berarti jalan sudah ditutup, ia dapat menjadi jalan kepada sukacita ketika dibawa di hadapan Firman Tuhan.

Sikap menyesal seharusnya menjadi langkah pertama untuk bertemu dengan Tuhan bukan langkah mematikan dan melumpuhkan hidup kita.  Firman Tuhan menyediakan jalan keluar untuk mengubah penyesalan menjadi berkat, karena Firman Tuhan adalah daya hidup.  Carilah Firman Tuhan, maka kita akan hidup dan bisa memberi daya hidup kepada orang lain. (AH)

Comments on this entry are closed.

Previous Post:

Next Post: