Tidak Cukup Sekadar Tahu
Bacaan : Kolose 1 : 9 - 14
Paulus dan Timotius sangat bersukacita setelah mendengar dari Epafras tentang pertumbuhan iman jemaat Kolose (1 : 1 – 8 ). Pertumbuhan itu nyata melalui kasih yang dinyatakan oleh jemaat terhadap sesama mereka (1 : 4).
Ayat 9 – 14 merupakan doa Paulus untuk jemaat Kolose, ini dilakukan Paulus sebagai Hamba Tuhan terhadap Jemaat, sebagai Bapa terhadap Anak dan sebagai Rekan Sekerja. Paulus berdoa dengan “tiada henti…” (ay.9a). Ini menunjukkan bahwa Doa merupakan suatu yang urgent bagi pertumbuhan iman yang tidak boleh berhenti dilakukan. Bagaimana dengan kehidupan doa kita ? adakah doa menjadi suatu yang urgent ?
Ayat 9 b – 12 menyatakan hal-hal penting yang Paulus doakan :
- Supaya Jemaat Kolose memiliki hikmat dan pengertian yang benar (ay.9b).
Mencari Hikmat dan Kebenaran tertinggi adalah mencari Allah dan FirmanNya (Amsal 1 : 7, Rm 16:27, 1 Kor 1:24). Berarti secara kognitif jemaat harus bertambah dalam pengetahuan tentang Allah,: jika dulu tidak tahu namun sekarang tahu, jika dulu tahu sedikit tapi sekarang bertambah pengetahuannya. Inti : Belajar untuk Tahu adalah proses seumur hidup.
2. “Tahu” tentang Allah HARUS membawa jemaat menjadi “layak “ di hadapan Allah(ay.10).
Pengetahuan yang benar seharusnya selaras dengan pertumbuhan di segala arah : pola pikir, pola laku dan pola bicara. Pengetahuan itu DIHIDUPI secara konkret! Jika ini terjadi maka pasti ada BUAH yang muncul.
3. Agar jemaat KUAT di dalam kesulitan dan BERSYUKUR
Karena tahu bahwa Allah yang melayakkan jemaat untuk merasakan suka-duka yang dirasakan oleh anak-anak Tuhan yang lain (ay.11-12). Banyak orang tahu bahwa Allah baik dan Allah selalu beri yang terbaik, tetapi ketika Allah memberi yang baik (menurut Allah) orang-orang tersebut menolak/tidak bersyukur karena pemberian tersebut tidak menyukakan hati (menurut ukuran manusia) . Ini berarti kita selalu berjuang akan kesenjangan antara : Pengetahuan yang dihidupi vs sekadar tahu saja.
Satu keyakinan Paulus ( ay.13-14) bahwa Allah yang berotoritas itu adalah Allah yang memberi anugerah melalui Kristus yaitu kita ditebus dan diampuni. Ini adalah fondasi iman kita, dan di atas fondasi itu kita membangun terus pengetahuan dan aplikasi iman dalam hidup sehari-hari. (SMK)
