Bukan Sekadar Nyanyian

Bacaan Yakobus 3: 13 – 4:3,7-8a

naynayian persekutuan

Bukan Sekedar Nyanyian

Suatu kali ada seorang ibu bertengkar dengan ibu lain di sebuah pasar. Lalu seorang satpam mencoba melerai pertengkaran tersebut dengan berkata: “Bu, jangan bertengkar di sini. Kalau ribut jangan di pasar”. Rupanya salah satu ibu tersebut bertambah sewot dan langsung menjawab perkataan satpam: “Kalau tidak boleh ribut di pasar, emangnya harus di mana?” Pak Satpam  menjawab dengan kalem: “Kalau mau ribut lebih baik di GEREJA!”

Dari cerita tadi, paling tidak ada 3 hal yang kita dapati:

  1. Sudah menjadi hal yang biasa dipandang oleh orang-orang bahwa di gereja itu pasti ada keributan, jadi jangan heran! Gereja justru bukan tempat yang tentram, damai dan sebagainya. Continue reading…
 

Tidak Cukup Sekadar Tahu

Bacaan :  Kolose  1  :  9 –  14

Doa: Nafas Hidup Orang Percaya

Paulus  dan Timotius  sangat bersukacita setelah mendengar dari Epafras tentang pertumbuhan iman jemaat Kolose (1 : 1 – 8 ). Pertumbuhan itu nyata melalui kasih yang dinyatakan oleh jemaat terhadap sesama mereka (1 :  4).

Ayat 9 – 14 merupakan doa Paulus untuk jemaat Kolose, ini dilakukan Paulus sebagai Hamba Tuhan terhadap Jemaat, sebagai Bapa terhadap Anak dan sebagai Rekan Sekerja. Paulus berdoa dengan “tiada henti…” (ay.9a). Ini menunjukkan bahwa Doa merupakan suatu yang urgent bagi pertumbuhan iman yang tidak boleh berhenti dilakukan. Bagaimana dengan kehidupan doa kita ? adakah doa menjadi suatu yang urgent ? Continue reading…

 

Mau Dibawa Kemana

Bacaan : Yosua 24:1-28; Ul.11:26-28

“ …pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kmai akan beribadah kepada TUHAN!” (Yos.24: 15)

Tolong lihat aku

Dan jawab pertanyaanku

[chorus}:

Mau dibawa kemana hubungan kita

Jika kau terus menunda-nunda dan

Dan tak pernah nyatakan cinta

Mau dibawa kemana hubungan kita

Ku tak akan terus jalani

Tanpa ada ikatan pasti antara kau dan aku…. by Armada

surga atau neraka

Mau Dibawa Kemana?

Bait di atas adalah petikan lagu dari grup Armada Band yang sedang populer saat ini, judulnya Mau Dibawa Kemana. Lagu ini menceritakan hubungan yang tak pasti antara kau dan aku. Hubungan ini tidak ada ikatan yang pasti antara mereka berdua, oleh karena itu yang satunya lagi meminta jawab tentang kepastian hubungan mereka ini akan dibawa kemana, karena tak mungkin menjalani suatu hubungan tanpa ada ikatan pasti antara kau dan aku.

Menjalani suatu hubungan yang tak pasti bukanlah hal yang nyaman. Apalagi jika hubungan itu antara manusia dan Allahnya. Continue reading…

 

Tubuhmu adalah Bait Allah

Bacaan : 1 Kor. 6:19-20; 1 Taw.29: 1-5

“ Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adlah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu. Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah,- dan bahwa kamu bukan milikmu sendiri?”

Bait Allah

Jagalah Kekudusan, karena Dia adalah Kudus

Ada banyak barang yang diproduksi khusus untuk membersihkan wajah, mengecat rambut, memperbaiki kulit yang rusak, mempercantik tubuh dan lain sebagainya. Bahkan saat ini sudah menjadi  hal yang umum orang-orang melakukan diet rendah kolesterol, minum piel diet dan mengkonsumsi vitamin-vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Juga sudah menjadi acara rutin untuk pergi ke gym. Semuanya itu dilakukan demi menjaga kesehatan tubuh dan memperelok tubuh kita.

Ketika kita menjadi orang Kristen, maka ada dimensi lain yang ditambahkan ke dalam diri kita. Tubuh kita menjadi bait Roh Kudus seperti yang dikatakan Rasul Paulus, “Tidakkah engkau tahu bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus?”

Hal ini mengingatkan kita tentang Bait Allah di dalam perjanjian lama. Bait Allah dibangun dari batu permata yang mahal, batu pualam, batu permata syoham, Continue reading…

 

Allah Tidak Pernah Berubah

Bacaan :  Pengk. 3:1-15 ; Rm 8:28

Pengk.3:1 “ Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ini ada waktunya.”

untuk segala sesuatu ada waktunya

Allah Tak Pernah Berhenti Mengasihi Kita

Ayat-ayat di dalam perikop ini diperuntukan untuk semua orang  di segala tempat dan dalam segala hal. Allah sudah menetapkan waktu , kejadian2 dalam hidup kita, baik suka maupun duka, keadaan sulit atau pun mudah dan lain sebagainya. Hal ini bisa menimbulkan rasa kuatir, tapi di lain pihak seharusnya hal ini juga membawa kita berharap pada Tuhan karena kita tahu bahwa semuanya ada di dalam kendali Allah.

Kita hidup di dalam dunia yang selalu berubah. Musim terus berganti, berubah dari musim kemarau menjadi musim hujan, keadaan tubuh kita semakin lama berubah semakin tua dan lemah, bumi berubah semakin lama menjadi semakin tua, semua yang ada dibawah  langit ini terus berubah. Continue reading…

 

Penyesalan menjadi Sukacita

Bacaan : Neh. 8:1-13 dan 19

sukacita dalam Yesus

Yesus Mengubah Penyesalan Menjadi Sukacita

Entah bagaimana Rafael, anak kami, berkolaborasi dengan Xian mengubah nomor kunci pembuka tas miliknya (Xian).  Saya dan istri menanyakan kronologi kejadian itu kepada Rafael dan minta dia menjelaskan via telepon kepada ibu Xian nomor baru pembuka tas.  Dari cerita, tidak diketahui siapa di antara dua anak ini yang telah mengubah nomor dan tidak satu pun yang mengingat perubahannya.  Merasa tidak enak, kami pergi ke rumah Xian.  Di jalan kami menasihati Rafael untuk tidak perlu ikut campur bila tidak dimintai tolong, maklumlah dia baru kelas 1 SD.  Sepanjang jalan, ia menangis dan berulang-ulang mengatakan “menyesal, tidak akan berbuat lagi, merepotkan papa mama, dlsb.”

Menyesal sering datang terlambat, namun masih ada kesempatan untuk mengubahnya bila disikapi dengan tepat.  Sekembalinya ke Yerusalem, rakyat buangan meminta Ezra membacakan Taurat Musa (ay. 2).  Continue reading…

 

Kumau yang Kutahu

Bacaan :  Yak.2 :18-22

Mat.22:37-40

“ Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.” (Yak.2:18)

kutahu yang kumau

Perbuatan yang mencerminkan Kasih Allah

Kita sudah mengetahui apa yang dikehendaki Allah untuk kita lakukan. Setelah kita mengetahuinya apakah kita mau melakukan yang sudah kita tahu? Kumau yang kutahu berbicara tentang apakah kita mau melakukan apa yang sudah kita ketahui? Apa saja yang sudah kita ketahui? Kita sudah banyak mengetahui apa saja yang diajarkan oleh Yesus kepada manusia melalui firmanNya.

Hukum yang terutama dan pertama  dikatakan, “ Kasihilah Tuhan, Allahmu,  dengan segenap hatimu dan dengan segenap akal budimu.” Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: “Kasihilah sesama mu manusia seperti dirimu sendiri”. Hukum Kasih tersebut menjadi hal yang paling mendasar di dalam kekristenan. Continue reading…

 

Kasih Tak Bersyarat

Yoh.3:16  , ” Karena begitu besar  kasih Allah akan dunia ini , sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

kasih-tak-bersyarat

Kasih Yesus : Kasih yang Tak Bersyarat

Kasih Allah di atas menggunakan kata yunani agapao  atau agape, yaitu kasih dengan tingkatan tertinggi dimana kasih ini adalah kasih yang tak bersyarat,kasih sejati dan kasih yang dimiliki oleh Allah sendiri.  Karena begitu besarnya kasih Allah inilah maka Dia memberikan anakNya yang tunggal kepada manusia yang sebenarnya tidak berhak menerima agar manusia beroleh penggharapan akan hidup yang kekal. Melalui pengorbanan ini, Allah mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya kita mengasihi.

Manusia umumnya mengasihi sesamanya  dengan kasih yang ada syaratnya. Kita baru mengasihi jikalau ada untungnya, Kita baru mengasihi asalkan dia lebih dulu mengasihi kita, Kita baru mengasihi kalau tidak merugikan diri kita. Continue reading…